WPFD 2025, AJI Manado Diskusi Soal Dampak AI Terhadap Kebebasan Pers dan Media

3 days ago 18
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Narasumber kegiatan diskusi tentang dampak kecerdasan buatan (AI) yang diselenggarakan AJI Manado dalam rangka peringatan World Press Freedom Day (WPFD) atau Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun 2025.

Kegiatan yang digelar di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Rabu (7/5), merupakan rangkaian dari peringatan World Press Freedom Day (WPFD atau Hari Kebebasan Pers Sedunia yang digelar AJI di 40 daerah di Indonesia.

Hadir sebagai narasumber adalah Dekan FISIP Unsrat, DR Ferry Daud Liando, Praktisi Artificial Intelligence (AI), Yunan Helmy Balamba dan Ketua AJI Manado, Fransiskus Marcelino Talokon. Sementara peserta adalah para jurnalis, anggota pers kampus dari Unsrat dan IAIN Manado, mahasiswa FISIP serta dari LBH Pers.

Sekretaris AJI Manado, Isa Jusuf, saat membuka kegiatan, menyebutkan jika AI saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, AI harus dipahami bukan hanya soal teknologi saja, tapi juga dampaknya secara luas.

Menurutnya, AI saat ini bukan hanya menghasilkan teks, gambar dan video yang realistis, tapi bisa juga jadi sumber deepfake dan berita palsu atau hoaks, yang tentu bisa memengaruhi banyak sektor, termasuk juga akademisi, pers dan media.

"AJI menaruh fokus tersendiri terkait hal ini karena tentunya dampaknya sangat besar untuk semua sektor saat ini," ujar Isa.

Sementara itu, saat diskusi, Ketua AJI Manado, Fransiskus Marcelino Talokon, kembali mengingatkan tentang pentingnya kode etik dalam kerja jurnalistik, terutama jika berbicara AI atau kecerdasan buatan.

Menurutnya, dengan perkembangan AI yang serba maju dan semakin realistis, maka perlu adanya verifikasi setiap informasi yang didapatkan, sehingga benar-benar apa yang akan disampaikan nyata dan bukan hasil rekayasa.

"Ini jadi tantangan untuk pers dan media saat ini, di mana verifikasi mulai tak lagi jadi utama dalam memproduksi berita. Apalagi di saat perkembangan AI semakin realistis, maka ini jadi tanda awas, karena jangan sampai media justru yang menampilkan konten AI tanpa verifikasi," kata Frans sapaan akrabnya.

Soal verifikasi ini juga menjadi bagian penting dari penjelasan Yunan Helmy Balamba, praktisi AI, pada saat diskusi. Pria yang sejak awal tahun 2000-an sudah menggeluti dunia digital ini, mengaku jika AI memang sudah semakin maju saat ini.

Bahkan menurutnya, AI saat ini sudah ada tingkatan expert, di mana AI bisa menyontek kebiasaan pola berpikir dari orang, sehingga ketika diberi perintah untuk membuat sesuatu yang sama dengan orang yang dia analisis, maka itu akan benar-benar sama.

"Misalnya di dunia pers, AI ini kita berikan data tentang cara menulis dan gaya tulisan seorang jurnalis, lalu kita berikan perintah untuk membuat tulisan dengan cara menulis dan gaya tulis jurnalis itu, maka dia akan bisa mengerjakannya," ujar Yunan.

Di kesempatan itu, Yunan juga mempraktikkan ketika dia menggunakan AI untuk berbincang menggunakan dialek Manado, serta berpura-pura menjadi moderator pada acara diskusi tersebut. Saat itu, AI yang Yunan beri nama Crea itu, langsung merespons dengan cepat dan bertindak sebagai moderator termasuk menyiapkan pertanyaan untuk narasumber menggunakan dialek Manado.

“Dengan memberikan data atau perintah yang tepat, maka AI akan bisa melaksanakannya itu," ujar Yunan.

Namun demikian, Yunan mengatakan jika sehebatnya AI, tapi ada kelemahan, terutama jika data yang tersedia kurang, maka respons dari AI itu juga tidak akan maksimal. Untuk itu ada juga AI yang datanya sumir.

"Saya setuju dengan Ketua AJI, di mana validasi dan verifikasi data itu penting. AI itu menampilkan apa data yang kita berikan, sehingga perlu...

Read Entire Article